LOKAKARYA

LOKAKARYA PENGEMBANGAN PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH

 DI SMK MUHAMMADIYAH 02 KOTA MALANG

AHAD, 3 MARET 2013

 

Meneguhkan Visi Pendidikan Muhammadiyah

Oleh  Biyanto [1]

 

            Tidak diragukan lagi, Muhammadiyah merupakan organisasi yang sangat menekankan pada integrasi iman dan amal. Ini dapat diamati melalui metode Ahmad Dahlan, pendiri dan ideolog Muhammadiyah, dalam mengajarkan ajaran Islam. Seorang murid dan sekaligus teman seperjuangan Ahmad Dahlan (selanjutnya disebut Dahlan) di Muhammadiyah, KRH. Hajid, menceritakan metode Dahlan dalam memelajari al-Qur’an. Dikatakan Hajid, bahwa Dahlan kalau mempelajari al-Qur’an selalu menekankan prinsip tartil (membaca) dan tadabbur (memikirkan). Metode Dahlan dalam memelajari al-Qur’an dilakukan dengan cara mengambil satu, dua, atau tiga ayat, lalu ditanyakan; (1) bagaimana artinya?, (2) bagaimana tafsir dan keterangannya?, (3) bagaimana maksudnya?, (4) apakah ini larangan dan apakah kamu sudah meninggalkannya?, dan (5) apakah ini perintah yang wajib dikerjakan dan sudahkah kita menjalankannya?[2]

            Metode penafsiran al-Qur’an model Dahlan tersebut telah mengundang decak kagum KH. Mas Mansur, tokoh Muhammadiyah yang digelari Sapu Kawat Jawa Timur.[3] Diceritakan bahwa pada 1915 dan 1916, Mas Mansur datang ke Yogyakarta untuk menemui Dahlan. Tampaknya Mas Mansur sangat terpikat dengan cara Dahlan menafsirkan al-Qur’an. Maka, secara khusus Mas Mansur pun berkeinginan untuk berdiskusi dengan Dahlan mengenai pokok-pokok ajaran Islam. Dalam kesempatan inilah Mas Mansur menyatakan bahwa saat menafsirkan al-Qur’an itu Dahlan sangat teliti, berhati-hati, mendalam kajiannya, dan selalu mencoba untuk mengkontekstualisasikan dengan kehidupan sosial.[4] 

SELENGKAPNYA DOWNLOAD DI BAWAH INI

Meneguhkan Visi Pendidikan Muhammadiyah   


[1]Penulis adalah dosen IAIN Sunan Ampel dan ketua Majelis Dikdasmen PW Muhammadiyah Jawa Timur periode 2010-2015.

[2]KRH. Hajid, Pelajaran KH. A. Dahlan 7 Falsafah Ajaran dan 17 Kelompok Ayat al-Qur’an (Yogyakarta: Lembaga Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 2008), 65. 

[3]Selanjutnya lihat, Syaifullah, KH. Mas Mansur: Sapu Kawat Jawa Timur (Surabaya: Hikmah Press, 2005).

[4]Mas Mansur, “Kyai Haji Ahmad Dahlan,” dalam Amir Hamzah W. (ed), KH Mas Mansur: Pemikiran tentang Islam dan Muhammadiyah (Yogyakarta: Hanindita, 1986), 173-174. 

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

jum’at, 18 April 2013

Editing : Aflah shorih (Staff Dikdasmen PDM kota malang)

Posted on April 17, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: